By: Marjohan Usman (Uncle Joe)
Orang Minang (di daerah lain disebut dengan orang Padang) sejak dahulu dikenal sebagai suku bangsa yang gemar merantau. Mereka meninggalkan sanak dan saudara serta sawah dan ladang. Fenomena merantau telah membuat kampung halaman menjadi sepi, rumah-rumah menjadi kosong, sebagian hanya dihuni oleh orang-orang tua saja. Motivasi merantau adalah untuk memperbaiki taraf hidup. Dan memang terbukti bahwa mereka yang hidup di rantau, setelah memutar kincir-kincir (Mengolah pikiran) dan menambah semangat kerja (endcavour) bisa hidup lebih sukses dibandingkan dengan tinggal di kampung.
Umumnya orang-orang dulu melirik profesi berdagang sebagai pilihan untuk mengubah nasib mereka. "Semati-mati aka mambuka lapau nasi" artinya " Sehabis-habisnya akal membuat warung nasi", demikianlah prinsip hidup mereka, sehingga tidak heran bahwa dimana-mana bermunculan restoran padang.
Menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) saat itu dipandang sebagai pekerjaan di bawah standard. Malah ada orang yang sudah terlanjur menjadi pegawai mengundurkan diri dan berputar haluan untuk berdagang atau menjadi pengusaha. Namun bagaimana sekarang? Nah itulah problemnya bahwa mental berdagang, menjadi pengusaha atau berwirausaha hampir-hampir sirna dari mental generasi ini. Semua seolah-olah memiliki mental kurang berani dan hanya pandai bermimpi untuk menjadi pegawai PNS, BUMN, dan pegawai swasta. Padahal menjadi PNS, BUMN, dan pegawai swasta justru kadang menghambat pengembangan kemungkinan untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi.
Menjadi pegawai tidak begitu berdampak signifikan membuat bangsa ini maju, dibanding menjadi seorang pengusaha. Bukankah sebahagian anggaran Negara dihabiskan untuk membiayai jumlah pegawai pemerintah yang sangat banyak. Bayangkan pegawai pemalas, pegawai yang kurang efektif juga ikut digaji. Seharusnya generasi muda perlu menumbuhkan semangat wirausaha agar tidak hidup dari anggaran negara.Mereka perlu membaca biografi pengusaha sukses untuk menambah motivasi hidup.
Siapa yang tidak kenal nama Hilton. Di tiap-tiap kota besar, kita dapat menemukan kata "Hilton". Kata Hilton biasanya hubungkan dengan dunia pariwisata tepatnya untuk nama jaringan atau asosiasi hotel berskala Internasional. Sebenarnya ada apa dibalik nama Hilton tersebut?
Hilton adalah tokoh bisnis terkemuka di dunia, ia berasal dari San Antonio, New Mexico. Ia anak kedua dari delapan bersaudara dan anak lelaki pertam. Ayahnya, Agustus Hover, adalah pengusaha tambang yang mengerti dengan kebutuhan para penambang batu bara dan orang-orang yang berpergian pulang-balik melintasi perbatasan Mexico. Itu adalah peluang bisnis yang mendorongnya untuk membangun toko serba ada (departement store) sebagai tempat yang menyediakan kebutuhan masyarakat.
Ketika ia meninggal dalam usia 91, Hilton memimpin 185 hotel di Amerika Serikat dan 75 di seberang lautan. Hilton punya karakter bahwa sebelum mengambil keputusan-keputusan yang penting, maka ia perlu berhari-hari meneliti dan menimbang-nimbang segala implikasinya dan mempelajari segala sesuatu.
Usia anak-anak hingga remaja adalah masa kerja keras bagi Hilton. Ibu dan saudara-saudara perempuannya mengurusi hotelnya sendiri sedangkan dia dan ayahnya tetap bekerja di toko. Tetapi begitu toko tutup pada pukul 6 sore, Hilton makan malam sedikit, dan langsung tidur.
Orang tuanya dan keluarganya selalu bekerja keras. Yang membuat mereka berhasil adalah karena mereka juga membuka usaha dalam bidang real-Estate, membeli tanah untuk membangun rumah.
Hijau berarti alami. Ini menggambarkan tentang tingginya rasa cinta terhadap kehidupan yang alami.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Afirmasi Diri untuk INFP
Afirmasi Diri (bisa dibaca pagi atau sebelum tidur) Aku boleh menjadi lembut di dunia yang keras. Itu bukan kelemahan, tapi kekuatanku. Per...
-
Rabu/ 8 Mei 2024 Tulisan tentang “Papa” yang aku buat setahun yang lalu.. Assalamualaiku Diriku. Sudah sampai di titik ini. Ya Allah a...
-
Ahli Pengiriman Barang Ke Seluruh Dunia, Michael Spicer Memberikan Panduan Berharga Untuk Berkemas Sewaktu Mahasiswa Akan Berangkat Ke Lu...
-
Mengaji Di Surau, Belajar Di sekolah By: Rahmawati Raz Mustahil memisahkan Islam dan Minangkabau. Islam tidak hanya sebagai agama, ...
thanks ananda Egith...continue to write your blogger
ReplyDeletelike Muhammad Assah, he writes his blogger in tittle "Note From qatar, akhirnya bisa jadi buku
https://muhammadassad.wordpress.com/
insyaAllah juga muncul nanti buku "NOTE FROM JAPAN by EGITH Marshel"