Friday, February 27, 2015

8 tips berkemas sebelum ke luar negeri

Ahli Pengiriman Barang Ke Seluruh Dunia, Michael Spicer Memberikan Panduan Berharga Untuk Berkemas Sewaktu Mahasiswa Akan Berangkat Ke Luar Negeri.

‘Pindah ke luar negeri untuk kuliah mungkin akan menjadi pengalaman terbesar dalam hidup Anda sejauh ini. Begitu banyak yang harus direncanakan dan dikerjakan. Untungnya, saya sudah berpengalaman di bidang ini (dan saya juga pernah menjadi mahasiswa pada waktu lampau), jadi saya memiliki beberapa tips untuk Anda yang perlu dan harus dilakukan ketika berkemas sewaktu berangkat ke luar negeri”.
Jika Anda meninggalkan rumah untuk menuntut pendidikan lebih tinggi di negara lain, cobalah untuk membaca panduan berikut ini untuk menghidari kesalahan umum yang biasa terjadi. Ini akan membuat pengalaman berkemas Anda menjadi lebih mudah.

1. Jangan melupakan timbangan

Adalah keharusan untuk mahasiswa menimbang berat bagasi Anda sebelum berangkat ke Airport. Maskapai Penerbangan akan menambahkan biaya ekstra untuk bagasi yang kelebihan berat. Sebuah tips yang sangat mudah adalah menggunakan timbangan rumah Anda, cobalah untuk mengukur berat badan Anda, dan mintalah seseorang untuk memberikan koper Anda. Yang perlu Anda lakukan adalah mengurangi berat badan Anda dari total berat keseluruhan. Mudah!

2. Jangan lupa tentang barang yang dilarang atau tidak diijinkan

Hal terakhir yang Anda inginkan adalah mendapatkan barang Anda ditahan oleh petugas keamanan karena Anda membawa sesuatu yang terlarang atau tidak diijinkan. Banyak informasi yang bisa Anda dapatkan secara online tentang hal ini tatapi yang utama untuk diingat adalah cairan hanya boleh dibawa di dalam kontainer kurang dari 100 ml dengan pengecualian obat yang diresepkan oleh dokter yang harus Anda lampirkan bersama bukti dokumen.

3. Jangan membawa peralatan mandi tanpa memasukkan ke dalam tas terpisah

Jika ada kemungkinan terjadi bocor, jangan menaruh peralatan mandi di koper Anda beserta baju Anda. Sangatlah tidak nyaman bila Anda diperiksa di imigrasi dikarenakan adanya kebocoran. Selalu masukan barang yang mudah bocor ke dalam plastik. Sama halnya dengan barang yang mudah pecah – bungkuslah secara seksama.

4. Jangan menunggu sampai menit terakhir untuk check in

Terlihat sangatlah jelas, fakta bahwa Anda datang setelah semua orang lain telah check ini, menambah kemungkinan bahwa bagasi Anda tidak terbawa di pesawat. Hal ini akan sangat memberatkan Anda ketika pertama tiba di luar negeri.

5. Jangan membawa barang yang dapat Anda beli di negara tujuan Anda

Barang seperti buku, CD, DVD, apa saja yang memakan tempat dan dapat dengan mudah didapatkan di alamat baru Anda. Saat ini Anda dapat dengan mudah membuat salinan dari iClouds, Kindles dan Spotify, jadi mengapa harus menambah berat bawaan Anda? Banyak terdapat penyimpanan murah untuk mahasiswa jika Anda membutuhkan tempat untuk menyimpan koleksi Anda. Adalah ide yang bagus untuk membeli tambahan ruang penyimpanan Anda.

6. Jangan menaruh barang penting di berbagai kotak

Untuk kenyamanan Anda, sangatlah mudah jika Anda menaruh berbagai barang penting yang Anda perlukan di satu tempat (seperti perlengkapan mandi, teh dan kopi, dan lainnya). Dengan ini Anda dapat mengeluarkannya dan dapat langsung Anda gunakan. Terkadang berada di tampat yang baru akan terasa lebih nyaman bila Anda menemukan semua barang yang Anda perlukan di dalam satu kotak. Hal ini lebih mengarah pada psikologi, tetapi tentunya akan lebih mudah jika Anda tidak perlu untuk membongkar seluruh kotak untuk menemukan sikat gigi Anda.

7. Jangan lupakan tas

Banyak mahasiswa melupakan untuk membawa tas – untuk keperluan sehari hari seperti rangsel atau tas belanjaan. Tentu Anda dapat selalu membeli tas di tempat tujuan Anda tapi sebuah tas kosong tidaklah begitu berat dan memakan tempat..

8. Jangan lupa untuk membawa baju ekstra

Saya harap ini tidak akan terjadi pada Anda, tetapi dalam keadaan bagasi Anda hilang atau tertinggal, akanlah sangat menolong bila Anda mebawa baju ekstra di koper tangan Anda..
Berkemas tidaklah harus menjadi pengalaman menakutkan bagi mahasiswa jika Anda sudah merencanakan semua sebelumnya, dan jangan lakukan sendirian cobalah untuk meminta bantuan keluarga Anda

Artikel ini ditulis oleh by Seven Seas Worldwide, perusahaan pengiriman internasional yang mengambil, menyimpan dan mengirimkan bawaan dan bagasi lebih Anda ke seluruh dunia.

(By: Hotcourses Indonesia)

TOEFL dan IELTS

Saat mendaftar untuk kuliah di luar negeri, kamu akan diminta untuk memberi nilai tes kemampuan bahasa inggris TOEFL (Test Of English as a Foreign Language) atau IELTS (International English Language Testing System). Hal ini adalah untuk memastikan bahwa kemampuan kamu dalam membaca, berbicara dan menulis dalam bahasa inggris semua cukup untuk mengikuti pelajaran di universitas nantinya. Namun, karena kedua tes ini menguji hal yang sama, banyak mahasiswa yang bingung akan tes manakah yang harus mereka ambil. Baca perbandingan antara tes TOEFL dan tes IELTS berikut untuk mendapatkan informasi lanjut tentang kedua tes ini.
  • Perhatikan syarat universitas. Pada umumnya, tes TOEFL diminta oleh universitas di Amerika Serikat dan Kanada, sementara tes IELTS diterima oleh institusi di negara Australia, Inggris dan Selandia Baru. Namun, sekarang banyak universitas yang menerima kedua tes bahasa inggris tersebut, misalnya banyak universitas Amerika Serikat yang juga menerima tes IELTS. Sebaiknya, cek kembali mengenai syarat khusus yang diminta oleh universitas kamu agar mengambil tes yang tepat.
  • Biaya tes. Biaya yang harus dibayar untuk mengambil tes TOEFL adalah $175 dan untuk IELTS, biaya tes adalah $195.
  • Cara mengambil tes. Pada umumnya, tes TOEFL yang dimaksud adalah TOEFL iBT (Internet Based Test) dimana kamu akan diminta untuk merekam semua jawaban kamu di komputer. Untuk tes IELTS, semua jawaban akan ditulis tangan, dan bagian ‘speaking section’ akan diniilai langsung oleh orang yang akan mendengar jawaban kamu.
  • Cara penilaian tes. Tes TOEFL iBT yang terbaru memiliki nilai maksimum sebanyak 120, dimana setiap bagian (Reading, Listening, Speaking, Writing) masing-masing mempunyai nilai sebanyak 30 yang akan diakumulasikan. Tes IELTS menilai setiap bagian dengan skor 0-9, yang akan diratakan untuk skor akhir dalam skala 0-9.0
  • Bahasa Inggris yang digunakan. Tes TOEFL menggunakan bahasa inggris Amerika, sedangkan tes IELTS menggunakan bahasa Inggris British. Walaupun keduanya relatif sama, ada beberapa ejaan, idiom dan logat yang berbeda diantara keduanya.
  • Reading section. Bagian membaca di tes TOEFL akan memberi sekitar 3-5 teks bacaan diikuti dengan pertanyaan bersifat pilihan ganda. Sedangkan di IELTS, kamu akan mendapatkan 3 teks bacaan dengan pertanyaan campuran.
  • Speaking section. Dalam tes TOEFL, kamu akan merekam jawaban kamu dari enam pertanyaan pendek di sebuah computer. Di tes IELTS, kamu akan berbicara dengan seorang penilai secara langsung dengan durasi 12-14 menit dimana kamu akan ditanya berberapa pertanyaan tentang diri kamu dan tentang sebuah topik diskusi.
  • Writing section. Kamu akan menulis dua jawaban untuk kedua tes ini. Untuk tes TOEFL, pertama kamu akan menulis 300-350 kata mengenai sebuah topik yang ditentukan, dan esai kedua akan menggabungkan kemampuan menulis dan mendangar. Sedangkan di tes IELTS, esai pertama akan berupa 200-250 kata, dan dalam bagian kedua kamu akan menyimpulkan pendapatan kamu dari sebuah informasi grafik.
  • Listening section. Di tes TOEFL, kamu akan mendengarkan pembicaraan dan pengajaran selama sekitar 40-60 menit dimana kamu harus mencatat informasi penting untuk menjawab pertanyaan pada akhir tes. Sementara di tes IELTS, kamu akan mendengarkan berbagai jenis cuplikan audio pendek dan kamu akan menjawab pertanyaan secara langsung sambil kamu mendengar audio.
  • Kesusahan. Banyak orang yang bertanya tes manakah yang lebih mudah. Sebenarnya, hal ini berdasarkan pendapat subyektif dan kedua tes ini relatif sejajar dalam tingkat kesusahan.
  • Durasi tes. Tes TOEFL berlangsung selama hampir 4 jam, sedangkan IELTS memiliki durasi sekitar 2 jam dan 45 menit.
  • Tanggal dan tempat tes di Indonesia. Untuk tanggal tes berikutnya dan lokasi pengambilan tes di Indonesia, info lanjut dapat di baca di sini untuk tes TOEFL dan di sini untuk tes IELTS.
  • Contoh soal tes. Kamu dapat melihat contoh soal TOEFL dan contoh soal IELTS untuk latihan sebelum mengambil tes.  (Sumber: Hotcourses Indonesia)

5 tips memilih destinasi kuliah

Menurut Simon Gomes, seorang dosen Graphic Design di University Centre, Doncaster, ada beberapa alasan mengapa selain memilih jurusan yang tepat, Anda perlu memilih lokasi yang tepat pula.
 

Kota besar tidak selalu menjadi pilihan yang tepat

Inggris mungkin bukan kota besar jika dibandingkan dengan Amerika Serikat dan Australia. Walau demikian kekayaan budaya di Inggris tidak kalah jika dibandingkan dengan negara lain. Dengan kuliah di negara yang lebih kecil, Anda bisa menghemat biaya transport dan Anda bisa menjelajahi negera tersebut dalam waktu yang tidak terlalu lama.Hal ini bisa menguntungkan para mahasiswa internasional karena, kerap kali untuk menyelesaikan tugas kuliah, mereka diharuskan untuk berkunjung ke berbagai tempat untuk melakukan penelitian dan observasi.
 

Melakukan kunjungan pendidikan

Simon menyatakan University Centre dengan lokasinya di Midlands, sangat luar biasa: ‘London hanya berjarak 2 jam dari sini, dan Doncaster juga terletak di tengah-tengah kota Inggris. Dengan demikian, kami sangat dekat dengan berbagai organisasi internasional, dan tempat-tempat yang terkenal akan budaya dan sejarah. Ini merupakan masukan yang sangat berarti bagi para mahasiswa, selain belajar di ruang kuliah, mereka bisa mengunjungi tempat-tempat tersebut secara langsung..
 

Merasa nyaman di tempat baru

Tergantung masing-masing pribadi, hidup di kota besar dengan populasi padat seperti London bisa saja menyenangkan. Beberapa kalangan mungkin akan lebih merasa nyaman hidup di pinggiran kota yang tenang. Tentu saja status universitas atau program belajar yang Anda pilih lebih penting dari lingkungan hidup yang Anda senangi. Jika mereka tidak berada di satu lokasi, selama sarana transportasi mendukung, maka tidak menjadi masalah. Jika Anda mempunyai teman yang berasal dari negara Anda yang tinggal di tempat lain, kunjungilah teman Anda sekali-kali. Bagaimanapun jika kita kita tinggal di tempat asing, kita memerlukan beberapa kenalan yang akrab, apalagi jika tidak memungkinkan untuk pulang ke negara asal setiap kali liburan.  
 

Manfaatkanlah fasilitas hiburan

Setelah masa yang melelahkan di kelas kuliah, kita memerlukan istirahat untuk menyegarkan kembali pikiran kita. Biasanya di kota-kota banyak kegiatan dan atraksi yang berhubungan dengan kebudayaan setempat. Anda bisa mencari informasi dari orang-orang sekitar Anda, atau dari internet. Biasanya banyak artis atau pemusik yang sering melakukan tur ke kota besar. Jika di negara Anda hal ini jarang atau susah ditemui, Anda mungkin bisa menemukannya di tempat kuliah Anda.
 

Bersiap-siap untuk mencari kerja

Menjelajahi suatu negara sebagai seorang mahasiswa tentunya berbeda dengan saat Anda mulai memasuki dunia kerja. University Centre mempersiapkan para mahasiswa mereka untuk masuk ke dunia kerja sejak tahun kedua atau ketiga melalui kegiatan praktek yang diwajibkan oleh modul-modul. Selain itu, University Centre sering mengundang pembicara dari luar untuk memberikan seminar atau ceramah mengenai dunia kerja kepada para mahasiswanya, dimana para mahasiswa dimotivasi dan dibantu untuk lebih percaya diri dalam situasi resesi global saat ini.
 
Kesimpulannya, kuliah selain mementingkan nilai akademis, juga tidak boleh mengabaikan kehidupan sosial seorang mahasiswa, begitu juga dengan jalur menuju dunia kerja. Jadi disarankan, Anda memilih universitas dengan modul yang sesuai dengan minat Anda, yang bisa membantu Anda untuk memasuki dunia kerja, dan juga terletak di lingkungan dimana Anda bisa menikmati hidup Anda sebagai seorang mahasiswa.
 
By: Hotcourses Indonesia

Sekilas Tentang sesar di Lembang, Jawa Barat

Tanggal 23 Agustus 2011, majalah baru diterbitkan oleh Badan Geologi “GEOMAGZ Majalah Geologi Populer” Vol. 1 No. 1 dengan mengambil tema utama “bencana” dan cover story “Sesar Lembang”.
Tanggal 28 Agustus 2011 terjadi gempa bumi di Cisarua (tepat di jalur Sesar Lembang) merusak 103 rumah. Semoga tulisan di GEOMAGZ ini bisa menjadi inspirasi untuk segera memitigasi bencana yang diakibatkan oleh gempa bumi di Sesar Lembang.
Dengan terbentangnya robekan pada kerak bumi yang memanjang sedikitnya 22 km dari Cisarua di barat, melewati kota padat Lembang, hingga lereng G. Palasari di timur, para ahli Geologi mengkhawatirkan gempa bumi berkekuatan besar dapat mengguncang Bandung, dipicu aktivitas tektonik dan robekan itu. Gempa bumi besar itu (earthquake) dapat mengguncang hati (heartquake) para penghuni jantungnya Cekungan Bandung.
Bandung Terancam
Dalam suatu ceramah umum untuk masyarakat tentang Sesar Lembang yang diselenggarakan Program S2 Gempa Bumi dan Tektonik Aktif (GREAT: Graduate Research on Earthquake and Active Tectonik), Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, ITB, tanggal 25 Maret 2011, peserta tidak disangka-sangka berdesakan memenuhi ruangan. Ada dugaan hal itu dipicu oleh gempa besar yang dua minggu sebelumnya melanda Jepang bagian timur yang diikuti terjangan tsunami dahsyat yang memorak-porandakan pantai-pantai di Perfektorat Miyagi tersebut. Dugaan lain adalah karena mungkin telah ada kesadaran masyarakat Bandung umumnya dan Lembang khususnya akan adanya potensi bencana alam besar karena keberadaan Sesar Lembang.
Kekhawatiran tentang aktifnya kembali Sesar Lembang pada tahun 2006 telah diliput harian Pikiran Rakyat. Liputan itu adalah hasil diskusi di aula redaksi Pikiran Rakyat tentang ancaman gempabumi terhadap Bandung setelah gempabumi yang melanda Yogyakarta 2006. Kini semakin banyak warga Kota Bandung dan sekitarnya yang ingin mengetahui lebih jauh tentang kemungkinan Sesar Lembang aktif kembali dan menimbulkan gempa bumi besar.
Antusiasme masyarakat untuk mengetahui Sesar Lembang adalah sesuatu hal yang wajar karena selama ini informasi tentang Sesar Lembang hanya diketahui oleh mereka yang terlibat dalam bidang Ilmu Kebumian saja, yaitu Geologi, Geodesi, Geofisika, atau Geografi. Bahkan di samping itu, ada juga para ahli Geologi yang masih meragukan keaktifan Sesar Lembang
Belajar dari Jepang
Gempa yang menghantam perkotaan terbukti sangat parah dan berresiko tinggi. Tokyo 1923, Kobe 1995, Yogyakarta 2006, Padang 2009, atau Haiti dan Christchurch 2010 adalah beberapa contoh kehancuran perkotaan akibat gempabumi. Lalu, Jumat 11 Maret 2011, sebuah hentakan tektonik kuat pada Lempeng Pasifik yang berinteraksi dengan Lempeng Amerika Utara di timur laut Jepang menimbulkan gempabumi berkekuatan 9,0 Mw. Tetapi dari tayangan-tayangan di televisi beberapa jam kemudian kita melihat bagaimana masyarakat Jepang begitu tenang menghadapi gempa bumi merusak ini. Para kru televisi NHK memang sedikit khawatir ketika kantor mereka berguncang hebat menggetarkan komputer dan peralatan yang ada di atas meja dan lemari. Tetapi para anggota kabinet Jepang yang sedang rapat dengan tenang meninggalkan ruangan rapat satu per satu. Tidak ada yang terlihat bersikap panik.
Beberapa menit kemudian, gempa bumi itu memicu tsunami dahsyat yang meluluhlantakan pantai-pantai di timur Jepang yang menghadap Samudera Pasifik. Kembali pemirsa televisi di seluruh dunia disuguhi tayangan fenomena alam yang mengerikan. Gelombang laut dahsyat menghantam permukiman, merubuhkan bangunan, dan menghanyutkan apa saja yang berada di pantai.
Ada yang perlu dicontoh dari siaran televisi Jepang. Sekalipun korban hingga dua minggu setelah kejadian dilaporkan menewaskan 12.000 jiwa, tetapi tidak ada satu tayangan pun di layar televisi (juga pada foto-foto di media cetak) yang memperlihatkan mayat-mayat yang bergelimpangan. Tayangan yang ada adalah bagaimana rakyat Jepang begitu tabah dan kuat menghadapi musibah itu, dan semangat bergotong-royong serta tolong-menolong di antara mereka yang hidup justru menjadi suguhan utama di layar televisi. Kita pun menyaksikan bahwa dengan gempa bumi dan tsunami yang begitu dahsyat dan melanda perkotaan yang padat penduduk, namun korban jiwa dapat dikatakan “lebih sedikit.” Tidak dapat dibayangkan apabila kejadian gempa bumi dan tsunami itu melanda perkotaan di sebuah negeri yang masyarakatnya kurang memiliki budaya dan perilaku siap menghadapi gempa.

Perlu Mitigasi
Kekhawatiran terpicunya gempabumi besar karena keberadaan Sesar Lembang sudah mulai diperhitungkan. Selain sebagai media rambat gelombang gempabumi dari sesar-sesar aktif lainnya di Jawa Barat, Sesar Lembang dapat juga menjadi sumber gempabumi itu sendiri. Untuk itulah peta-peta kerawanan bencana gempabumi ke arah Kota Bandung yang berpenduduk padat mulai dibuat. Di antaranya peta percepatan gempabumi yang menunjukkan daerah rawan bencana selain di sepanjang jalur sesar, juga merambat ke arah selatan Bandung, pada daerah-daerah bekas endapan danau yang bertanah fondasi kurang mantap. Peta-peta ini sudah cukup berharga untuk membuat kita waspada, karena gempa bumi sulit diprediksi! Ketika kita sulit menentukan kapan datangnya gempa bumi, maka usaha terbaik adalah bagaimana kita mempersiapkan diri jika gempa itu benar-benar datang. Itulah usaha mitigasi bencana, yaitu usaha untuk meminimalkan resiko atau akibat dari bencana.
Mitigasi terbagi ke dalam dua jenis, yaitu secara struktural berupa penataan ruang atau kode bangunan, dan secara non-struktural berupa pendidikan dan pelatihan kepada masyarakat bagaimana selamat dari bencana. Saran-saran arsitek perlu diperhatikan dalam membangun bangunan di kawasan rawan bencana akibat gempabumi. Di antaranya adalah tiang yang kuat, struktur yang sederhana, bahan yang ringan, dan lokasi yang aman (misalnya tidak di tebing atau pada jalur sesar aktif). Begitulah mitigasi struktural yang mencakup syarat bangunan dan tata perwilayahan ruangnya.
Adapun mitigasi non-struktural adalah kiat-kiat bagaimana selamat dari bencana gempa. Kiat-kiat Jepang atau Chile perlu dipertimbangkan. Setelah bangunan kuat, belum tentu selamat dari musibah. Di dalam rumah yang digoncang-goncang, isinya akan seperti dikocok-kocok. Berlindung melindungi kepala adalah tanggap darurat yang pertama-tama perlu dilakukan.
Mengikuti cara Jepang, beginilah selamat dari gempa bumi, dengan asumsi kode bangunan telah sesuai teraplikasikan di daerah rawan gempabumi:
  1. Segera matikan sumber api
  2. Segera berlindung di bawah bentukan/furnitur yang kuat, misalnya di bawah meja yang kokoh. Jika tidak ada, segera berbaring dengan melindungi kepala sejajar bentukan kokoh, misalnya tempat tidur atau rak pendek.  Ketika atap atau lemari rubuh, diharapkan terbentuk ruang segitiga tempat kita berbaring.
  3. Tidak terburu-buru keluar rumah karena di luar rumah ancaman dijatuhi berbagai benda akan lebih dahsyat. Lift atau tangga adalah bagian bangunan yang rawan runtuh.
  4. Siapkan tas berisi peralatan P3K, air dalam botol, makanan ringan tahan lama, peluit, radio kecil, dll. dan segera sambar begitu gempa semakin kuat dan bersembunyi di kolong meja kokoh. Dalam gempa yang dahsyat, kemanapun bahaya akan mengancam jiwa. Pengalaman Jerpang, berlindung di kolong meja banyak menyelamatkan nyawa. Ketika kemudian bangunan ambruk, jiwa yang selamat di kolong meja tinggal menunggu pertolongan. Itulah gunanya tas yang perlu disambar ikut berlindung.
  5. Jika berada di luar rumah, merapatlah pada struktur bangunan yang dinilai kokoh (bukan pagar tembok), keluar dari kendaraan dan berbaring sejajar kendaraan, dan hindari tebing (baik di bawah atau di atas kita).
  6. Harus ditentukan tempat berkumpul yang pasti (assembly point) supaya koordinasi dan pencarian warga lebih terkontrol.
 Sumber: http://blog.fitb.itb.ac.id

Just my feeling

Today i feel that i have to do something to my star. If i am wrong apologize me my star, i dont mean to hurt you today. I felt so shy to express my true feeling to you. It is hard for me to talk to you because i like you.

Monday, February 16, 2015

SEMANGAT MENULIS !!!

Today..
I feel that my spirit for writing is come back again........!!
I need it as my preparation before get master abroad
Dont stop writing..
Bacause this is your turn to get the change !!
Batuphat, February 16th 2015

MERANTAULAH !!

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
"Air akan menjadi rusak karena diam tertakan; Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak kan keruh menggenang"
"Singa jika tidak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa; anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran; bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang; kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan" (By : Imam Syafi'i)

Kemarin (15/02/2015 pukul 11:19)_Calling someone there ~

Afirmasi Diri untuk INFP

 Afirmasi Diri (bisa dibaca pagi atau sebelum tidur) Aku boleh menjadi lembut di dunia yang keras. Itu bukan kelemahan, tapi kekuatanku. Per...