Saturday, October 31, 2020

Rei si bocah inggris part 1

 Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Sang kakak memulai untuk mengepak semua barang-barang yang akan dibawa untuk acara pertukaran pemuda yang akan dilaksanakannya pada esok hari. Semua sudah lengkap mulai dari peralatan mandi, pakaian, laptop, charger, buku-buku kesukaan dan tidak lupa barang yang sangat penting yaitu peninggalan dari kakek buyutnya yang berupa cincin yang berasal dari batu giok asli Aceh. Rei, begitulah nama yang diberikan oleh ayah dan bundanya ketika ia dilahirkan 20 tahun yang lalu. Ya, sudah berumur 20 tahun dan sudah saatnya ia berfikir tentang masa depan dan cita-cita yang selama ini ia impikan. Beberapa hari yang lalu Rei mendapatkan ajakan dari temannya untuk mengikuti pertukaran pemuda ke Amerika Serikat. Namun, persyaratan yang harus ia penuhi cukup ketat salah satunya adalah dia harus menguasai minimal 3 bahasa dan siap untuk mengaplikasikannya ke Negeri Paman Sam tersebut. Rei, mahasiswa yang sangat potensial untuk mengikuti program tersebut. Di kampusnya Rei dikenal sebagai orang yang suka berbahasa asing kepada teman-temannya. Rei sejak kecil amat menyukai dunia polygot. Sejak SD bakatnya sudah mulai kelihatan karena Rei kecil suka sekali menulis cerpen dan bercerita tentang apapun. Rei adalah anak yang cukup aktif, ketika berada di sekolah dasr, pernah diminta oleh gurunya untuk mengikuti lomba cerdas cermat yang ada di lingkungan sekolahnya kemudian juga mengikuti lomba tersebut bersama 2 orang teman kecilnya yang lain dan alhasil mendapatkan juara 1 se-kabupaten tempat keluarganya berdomisilih. Sejak saat itu kepercayaan dirinya muncul dan mulai sering mengikuti lomba yang membutuhkan kemampuan intelektual dan bahasa yang bagus sampai menginjak tingkat SMA. Rei adalah anak pertama dari 4 bersaudara yang dibesarkan oleh seorang ibu yang baik dan suka memotivasi anak- anaknya. Ibunya Rei tidak pernah mengeluh dalam membesarkan anaknya termasuk Rei. Rei memulai untuk belajar bahasa sejak berumur 6 tahun. Bahasa yang pertama kali ia pelajari adalah bahasa arab. Rei secara intens dilatih baik oleh orang tua maupun guru-gurunya karena pada saat itu sudah terlihat bakat dan kemampuannya. Guru yang mengajarkan Rei waktu di sekolah dasar adalah seorang guru yang penyabar dan disenangi oleh banyak siswa nya karena tidak pernah lelah mengajarkan siswanya dari pagi sampai selesaI. New York Perjalanan yang akan dilalui Rei adalah perjalanan yang cukup panjang dari Indonesia sampai ke Negeri Paman Sam. Dengan pesawat terbang membutuhkan waktu hampir 1 hari selama di pesawat. Ini adalah perjalanan Rei untuk pertama kalinya ke luar negeri dan jauh sekali dari kampung halaman. Dia dengan kemampuan bahasa asing yang lumayan sudah cukup bagi Rei untuk tidak mengkhawatirkan kejadian apa yang akan terjadi kepadanya di negeri orang dimana tidak ada saudara maupun teman yang ia kenal disana. Tidak seperti di Indonesia, negara yang akan dikunjunginya ini adalah sebuah negara maju yang didalamnya terdapat berbagai -macam orang/imigran yang berasal dari berbagai negara dari seluruh penjuru dunia. **** Di negeri Paman Sam Rei mengikuti program pertukaran pemuda yang diadakan selama 1 tahun oleh pemerintah US, dengan biaya berupa beasiswa dari negara Paman Sam tersebut untuk pemuda yang enerjik, dan suka tantangan seperti Rei. Rei adalah anak yang menyukai pertualangan dan suka membantu sesama. Ada banyak project yang akan dikerjakan di negeri Paman Sam tersebut berupa project sosial dan enterpreneur bersama perwakilan dari negara lainnya seperti China, brazil, Malaysia, Congo, Belanda, Jerman dan bahkan dari Arab Saudi. Mereka bersama-sama melaksanakan project tersebut selama 1 tahun sama-sama menuangkan ide dan gagasan yang dapat memberikan sumbangsih yang berguna bagi dunia. Tanpa memandang perbedaan agama, ras, dan bahasa Rei bersama yang lainnya tetap menerima perbedaan tersebut dan berusaha untuk menghasilkan karya terbaik mereka selama 1 tahun ini. Sebelum berangkat ke Amerika Rei sempat mengalami masalah berupa kehilangan passpor. Namun dengan motivasi dan izin dari orang tuanya, passpor tersebut bisa diurus kembali di Kantor imigrasi dan dengan keyakinan yang penuh Rei berangkat ke Amerika dengan hati yang gembira dan percaya diri. Program Pertukaran Pemuda yang diadakan oleh Kementrian Luar Negeri Amerika Serikat ini cukup bergengsi karena diikuti oleh berbagai negara. Rei salah satu anak yang dibekali oleh bakat yang luar biasa dengan kemampuan bahasa yang sangat bagus Rei dapat berpartisipasi dalam perkumpulan pemuda seluruh dunia tersebut. Program ini hanya 1 tahun namun sangat berharga untuk menambah pengalaman Rei, si bocah Inggris. Rei memiliki arti nol (kosong) dalam bahasa jepang namun keberadaanya diakui oleh orang-orang disekitarnya karena karya nya yang sudah beredar di dunia maya. Rei, si bocah Inggris Rei sangat menyukai dunia polygot. Selain itu wawasannya mengenai politik internasional, sosial dan kemanusiaan juga mendukung kemampuannya tersebut untuk mengikuti program internasional Pada saat mengikuti kuliah di kampus, Rei pernah bertanya kepada dosennya tentang hal yang berhubungan dengan politik internasional. Mulai dari isu tentang apartheid sampai peperangan yang ada di Suriah dan Afganistan. Rei sangat suka menyelidiki hal yang berbau kemanusiaan tersebut. Rei mengambil jurusan hubungan Internasional di salah satu universitas yang terkenal di Dalam Negri. Bu leni adalah nama dosen tersebut. Beliau mengajar mata kuliah International Antropology yang sangat aktif dalam mengajar mengenai prilaku sosial manusia dalam kehidupan global kepada mahasiswanya. Ibu Leni memiliki pengalaman yang sering dia bagi kepada mahasiswa di dalam kelas perkuliahannya. Beliau sempat ikut pertukaran pemuda juga sewaktu menjadi mahasiswa di Universitas Nasional Brunei. Iya bu Leni memang pernah tinggal dan kuliah di Brunei. Dia mendapatkan beasiswa s1 untuk belajar disana. Dari inspirasi yang diberikan oleh bu Leni maka Rei belajar dari beliau tentang mimpi untuk belajar ke luar negeri . Oleh karena motivasi itu Rei berusaha mendisiplinkan dirinya dengan membuat manajemen waktu di setiap kegiatan nya yang ada di kampus dan mengisi hari-harinya untuk melatih bahasa internasional yaitu bahasa inggris di sela-sela waktu luangnya. *** (edited 31102020)

No comments:

Post a Comment

Afirmasi Diri untuk INFP

 Afirmasi Diri (bisa dibaca pagi atau sebelum tidur) Aku boleh menjadi lembut di dunia yang keras. Itu bukan kelemahan, tapi kekuatanku. Per...