Wednesday, December 31, 2025

Tulisan tentang perasaan INFP

Perasaanku saat ini cukup campur aduk karena aku berada di masa liburan sekolah. Aku tidak berada di sekolah dan tidak bersama siswa-siswaku. Ada rasa tenang dan rileks karena tidak bekerja, namun di sisi lain ada kerinduan untuk kembali mengajar dan kembali ke ruang kelas. Aku menyadari bahwa aku memiliki keterikatan emosional dengan rekan-rekanku di sekolah, meski aku memilih untuk tidak menghubungi mereka saat ini karena masing-masing sedang menikmati waktu bersama keluarga mereka.

Aku juga memiliki keluargaku sendiri: seorang istri dan seorang anak laki-laki yang lucu dan periang. Hari ini perasaanku sedikit berat karena anakku mengalami sakit; matanya bengkak. Sore ini aku berencana mengantarnya ke dokter bersama istriku sepulang ia bekerja. Kekhawatiran ini membuatku sadar bahwa ketenangan liburan tidak selalu berjalan sesuai ekspektasi.

Di tengah perasaan ini, aku belajar bahwa keinginanku untuk memiliki liburan yang “normal” tidak selalu terpenuhi. Aku perlu siap menerima situasi yang tidak aku sukai. Sebagai seorang ayah, mungkin aku sedang diuji dengan hal kecil—bukan untuk menunjukkan seberapa kuat aku menahan semuanya, melainkan untuk melihat seberapa jauh kesabaran dan ketahananku hadir bagi keluargaku.

Aku menyadari bahwa menjadi figur yang kuat bukan berarti harus selalu sempurna atau tanpa rasa takut. Kekuatan juga berarti fleksibel, menerima kenyataan, dan tetap memilih hadir ketika keadaan tidak ideal.

Aku mungkin tidak sempurna, namun aku akan berusaha hadir di saat anak dan istri membutuhkan peranku untuk melindungi mereka ketika mereka merasakan sakit. Kehadiranku adalah bentuk perlindungan yang paling nyata.



No comments:

Post a Comment

Afirmasi Diri untuk INFP

 Afirmasi Diri (bisa dibaca pagi atau sebelum tidur) Aku boleh menjadi lembut di dunia yang keras. Itu bukan kelemahan, tapi kekuatanku. Per...