Tuesday, December 31, 2013

Teriakan hati ini buat IBU

Ibu..


IBU
Bismillahirrahmanirrahiim.....................
Apakah masih ada “sahabat” dalam hidupku?? Selama ini hidup menurutku hanyalah bagaimana mendapatkan kesempatan untuk menuju mimpi-mimpiku sedari dulu. Namun, selama itu juga tidak ada “sahabat” yang tetap setia kepadaku, mendoakanku, dan mencintaiku dengan ikhlas karena Allah. Apakah karena aku juga tidak memikirkannya? Aku termakan oleh “ego” ku sendiri. Aku yang tak bisa mengendalikan diri yang masih labil ini.
Aku masih menunggu “sahabat” ku itu. Dimana engkau sekarang? Mengapa tidak menghubungiku lagi. Aku yang sendiri disini hanya terdiam, membisu di tengah hiruk pikuk kota ini. Bagaimana tidak? Jiwa ini tidak tahu lagi mau dibawa kemana arahnya. Kemana angin membawaku kesanalah aku menuju. Ini sangat tidak konsisten. Aku tahu itu. Di dalam pikiran ini hanya “sahabat” yang bisa membantuku di kala susah dan membahagiakanku di kala aku sedih.
Mengapa ini bisa terjadi? Mungkinkah karena ke”tidaksetiakawan”an ku? Aku juga tidak mau menjadi orang yang munafik. Pikiran,,,,,,,, mengapa kau suka sekali membuat aku ragu dengan segala yang aku buat..................................................................................................................???
Guratan wajah ibu membuat aku terfikir tentang beliau. Mengapa aku tidak meminta maaf kepada beliau ketika mau pergi?  Ketika di terminal, seulas senyum wajah ibu mengantarkanku untuk memulai perjalananku lagi. Namun bagaimana dengan ayah? Aku hanya tahu dia jarang memperhatikanku , namun aku tahu dia menyayangiku. Buktinya dia membuat pekerjaan sampingan untuk membiayai kuliahku. Tapi perlakuan kasarnya terhadap mama membuatku tidak senang. Bahkan ada sedikit luka di dalam hatiku. Dan bagaimana caranya mengobati luka itu? Apakah dengan mempelajari bidangku sekarang di pertanian bisa menyembuhkannya? Aku kangen dengan “sahabat” ku yang di SMA. Namun dia tidak pernah menghubungi aku lagi. Mungkin dia juga sibuk dengan pekerjaannya. Alangkah baiknya jika aku tidak mengganngunya dan berfikir positif kepadanya.
Ibu, orang yang sangat sayang kepadaku. Beliau tidak akan membiarkan anaknya mendapat sakit, bahkan selalu memberikan energi positif. Aku sangat salut pada dirimu ibu. Apakah beliau sudah tidur? Semoga Allah memberikan beliau tidur yang sangat nyenyak malam ini. Yaa Allah ampunilah kami jika pada hari ini pernah melalaikan kewajiban kami kepadaMu. 

No comments:

Post a Comment

Afirmasi Diri untuk INFP

 Afirmasi Diri (bisa dibaca pagi atau sebelum tidur) Aku boleh menjadi lembut di dunia yang keras. Itu bukan kelemahan, tapi kekuatanku. Per...