IBU
Bismillahirrahmanirrahiim.....................
Apakah masih ada “sahabat” dalam
hidupku?? Selama ini hidup menurutku hanyalah bagaimana mendapatkan kesempatan
untuk menuju mimpi-mimpiku sedari dulu. Namun, selama itu juga tidak ada
“sahabat” yang tetap setia kepadaku, mendoakanku, dan mencintaiku dengan ikhlas
karena Allah. Apakah karena aku juga tidak memikirkannya? Aku termakan oleh
“ego” ku sendiri. Aku yang tak bisa mengendalikan diri yang masih labil ini.
Aku masih menunggu “sahabat” ku
itu. Dimana engkau sekarang? Mengapa tidak menghubungiku lagi. Aku yang sendiri
disini hanya terdiam, membisu di tengah hiruk pikuk kota ini. Bagaimana tidak?
Jiwa ini tidak tahu lagi mau dibawa kemana arahnya. Kemana angin membawaku
kesanalah aku menuju. Ini sangat tidak konsisten. Aku tahu itu. Di dalam
pikiran ini hanya “sahabat” yang bisa membantuku di kala susah dan
membahagiakanku di kala aku sedih.
Mengapa ini bisa terjadi?
Mungkinkah karena ke”tidaksetiakawan”an ku? Aku juga tidak mau menjadi orang
yang munafik. Pikiran,,,,,,,, mengapa kau suka sekali membuat aku ragu dengan
segala yang aku buat..................................................................................................................???
Guratan wajah ibu membuat aku
terfikir tentang beliau. Mengapa aku tidak meminta maaf kepada beliau ketika
mau pergi? Ketika di terminal, seulas
senyum wajah ibu mengantarkanku untuk memulai perjalananku lagi. Namun
bagaimana dengan ayah? Aku hanya tahu dia jarang memperhatikanku , namun aku
tahu dia menyayangiku. Buktinya dia membuat pekerjaan sampingan untuk membiayai
kuliahku. Tapi perlakuan kasarnya terhadap mama membuatku tidak senang. Bahkan
ada sedikit luka di dalam hatiku. Dan bagaimana caranya mengobati luka itu?
Apakah dengan mempelajari bidangku sekarang di pertanian bisa menyembuhkannya?
Aku kangen dengan “sahabat” ku yang di SMA. Namun dia tidak pernah menghubungi
aku lagi. Mungkin dia juga sibuk dengan pekerjaannya. Alangkah baiknya jika aku
tidak mengganngunya dan berfikir positif kepadanya.
Ibu, orang yang sangat sayang
kepadaku. Beliau tidak akan membiarkan anaknya mendapat sakit, bahkan selalu
memberikan energi positif. Aku sangat salut pada dirimu ibu. Apakah beliau
sudah tidur? Semoga Allah memberikan beliau tidur yang sangat nyenyak malam
ini. Yaa Allah ampunilah kami jika pada hari ini pernah melalaikan kewajiban
kami kepadaMu.
No comments:
Post a Comment