Agar hidup lebih hidup ; Mungkin ini
terdengar klise ; Teriakan hati malaikat; Bola kasti di malam hari
Aku dan dinding putih bersandar hanya
untuk menenangkan hati ; Bodo amat dengan angin
Mungkin kita tidak selamanya harus bersama; Kehilangan dia ; Kehilangan orang yang telah baik kepadaku
Bunga mekar di sore itu; Bunga warna
warni ; Dengan saxophone di tangannya ; Aku melihat melodi yang beterbangan ; Ke
langit ; Sungguh dunia selalu memberikan
kejutannya ; Tidak bisa ditebak
Hal yang kita anggap tidak enak ; Menyimpan
keindahan di balik itu ; Selamat malam dunia kelam ; Kue cokelat dengan minuman
jahe ; Di hari hujan
Kala seseorang menyapa; Dengan
senyuman yang membekas di bibirnya; Sungguh kesepian tersirat di wajahnya ; Sepi
memang ada ; Kesepian menjadi teman semua orang ; Es kopi itu terlihat enak
Apalagi di pesan oleh 2 orang ; Di
depan café yang penuh ornament kayu ; Dan pernak pernik yang tidak dijual
secara massal
Aku dan cerita
Tentang keluarga salju ; Tinggal di
dunia lain ; Jauh dari terpaan angin bukit ;Pohon pinus itu
Menyapaku hingga aku terlelap; Bunyi
ranting jatuh ; Apakah itu kamu? ; Ternyata hanya di dalam angan
Luar biasa cerita dunia ; Mengadu setiap mata yang bergerak ; Mencari jodoh yang tak kunjung selesai
Kolam ikan anginya berhembus ikan koi;
Batu alam taman dan tawa anak kecil
Menunggu irama lagu dan saxophone menunjukkan sihirnya ; Mungkin agak terdengar klise
Agar bisa menjadi suatu keindahan kata
; Suatu saat nanti mimpi akan bisa diwujudkan
Sesederhana itu; Hanya untuk melihat
keindahan yang dirindukan; Jauh dari hiruk pikuk kejahatan ; Menambah tenang
jiwa’membuka wawasan
Part II
Ikan yang berenang di kolam jernih
Menangkap indahnya sepasang bola mata
Cair, namu terkadang begitu beku
hingga terjatuh dari fikiran yang sendu.
Akar fikiran yang berasal dari tanah
yang subur
Apakah aku hanya seberkas bayangan di
mata seorang pejuang
Aku belum merasa cukup matang mengakui
semua itu
Secercah cahaya muncul dari sela sela
pohon hijau..
Membuat udara pagi menjadi hangat
Hangatnya kopi pagi menambah semangat
hidupku
Apakah aku perlu gitar untuk
mengiringi hangatnya
Apakah aku boleh melihat buliran di
dalam air yang jernih
Dan merasakan berenang bersamanya
Sepasang ikan koi berenang si dekat
karang yang ada di kolam itu
Aku takut tersadar kalau itu hanyalah
ilusi mataku
Resapan air dari saripati pohon
Aku suka kesegaran tanah namun butuh
perhatian yang lebih dari langit
Hujan di sore itu
Membuat api terbakar di dalam hati
Untuk selalu bergerak maju
Menggapai asa itu
Kenangan bersama angin; membuat jiwaku
terbang ke masa itu
Untuk saat ini perlu pendamping yang
memberikan ketenangan
Semua ada masanya
Disaat jayanya kamu akan naik, namun
disaat harus turun kamu harus turun
Inilah roda kehidupan
Roda kehidupan yang harus dijalani
Tidak perduli diri ini baik atau buruk
Semua yang dilakukan ada
konsekuensinya
Namun saat hati ini tidak bisa dibawa
ke tengah
Maka yang kita butuhkan hanyalah jiwa
yang tenang dan menenangkan
Diantara ketidakpastian ini
Menunggu butuh kesabaran
Yang nantinya akan membuahkan hasil yang manis
Hitam dan putih itulah dua warna yang
bertolak belakang
Namun aka nada masanya berubah menjadi
sedikit cerah dengan penambahan waarna merah kuning dan hijau
Aku menunggu warna cerah itu muncul
dihadapanku dan memberikan kecupan sayang untuk kehidupan ku
Laut yang biru dan langit yang cerah
mengiringi perjalananku bersama kekasih hati
Senyumnya meluluh lantakkan hati ini
dan ingin terus dan terus bersamanya
Tidak perduli dengan suara ombak yang
mengamuk atau api yang membara
Suara bising dari luar rumah dapat
diredakan oleh senyuman kekasih yang tenang dan menenangkan
Hijau bukit dan semilir angina
Membuat siapapun terpana memandangnya
Hanya sungai dan diam yang bisa
memahami
Walau tawa membuat senang namun belum
tentu memberikan kebahagiaan
Nyatanya kehidupan bagai roda yang
berputar
Aku mungkin berada disini untuk waktu
yang singkat, namun hati tetap bertaut dan tetap ada disini sampai kapanpun
Part III
Adakah yang berfikir seperti saya?
Ataukah pikiran yang berbeda perlu
dibetulkan lagi agar sama dengan lainnya?
Butuh waktu untuk meramalkan masa
depan ; subuh hari yang tenang dan syahdu
Kudengar kicauan merdu burung-burung
Tak kusangka usiaku semakin bertambah
tua
Berharap hari ini dapat sesuatu yang
bermakna
Wangi udara pagi yang seperti biasanya
namun angin perubahan tetap ditunggu
Seberapa hebat badai kebingungan
menerpa
Seakan cita mulai terlupakan
Kadang hati ingin berbalik namun tekad
tetap ingin bertahan dan berjalan jauh kedepan
Apapun yang ada di depan sana masih
abstrak
Ku akan berusaha mengaitkan semua
puzzle ini agar tergabung menjadi suatu gambar yang utuh
Prosa ini untuk hati yang ingin
berubah dan berkomitmen memperkuat diri dari bahan api neraka
Part IV
Prosa yang kubuat beberapa bulan ini;
hujan di bulan juni
Apakah hari ini bisa menjadi elegi;
aku niatkan untuk sang fajar; dikala malam menyapa yang aku butuhkan hanyalah
doa bukan khayalan
Banyak nya ku temui manusia; namun
dalam diam mereka menatap; dalam menatap mereka sebenarnya berbicara namun
apadaya aku tak akan pernah memulai pembicaraan itu; apalagi tentang politik;
ah tahun ini tahun-tahun politik; entah mengapa aku kurang menyukai auranya
Kopi pahit buatan ku sendiri; sama
pahitnya dengan perjuanganku di masa lalu
Andai ombak kemalasan itu tidak
mengenaiku terus ; mungkin tidak akan lama menunggu berhasil; cukup aku dan
Tuhan yang tahu; betapa bergejolaknya jiwa ini; sampai di suatu momen aku mati
rasa; namun tetap dengan bertahan bagaimanapun cobaannya; harus aku lalui;
Part V
Hujan dengan segelas the hangat dan
madu; proses itu perlu berjalan; tidak semudah membalikkan telapak tangan;
apakah aku harus disini; menatap masa depan yang belum bisa aku tebak; bunga
bermekaran lalu mati pada waktunya; diriku tetap dengan pendirian ini
Komitmen harus ditegakkan;
bagaimanapun aku harus melalui ini; diriku merasa kehilangan aku setahun yang
lalu; berbeda dengan tahun yang lalu; tahun ini aku merasa harus berjuang agar
lebih kuat menahan badai kehidupan
Semua kemungkinan bisa terjadi di labirin
hidupku; imajinasiku terus berlayar; mencari tempat berlabuhnya yang memenuhi
hasrat hati; kadang aku harus jatuh kembali karena salah memilih jalan; jalan
yang baik tentu hasilnya baik pula
Keran air menetes lancar ; diluar
hujannya begitu lebat; menahanku untuk keluar dari tempat tinggal ku
Semangat menulis apa kabar; apa kabar
kamu di dalam hatimu; haruskah aku bertahan dan terus bertahan agar semua nya
stabil; karakterku masih bersembunyi dan harus dikeluarkan agar diriku bebas

No comments:
Post a Comment