By: Dr. Khalid Jamal
Tingkatan Cinta
Tingkatan pertama cinta adalah istihsan (anggapan baik). Pada tingkatan ini seseorang menyukai wajah orang yang menjadimobyek cintanya.
Dengan demikian, cinta itu pada mulanya bermula dari pandangan mata. Mata seolah-olah
berperan sebagai delegasi seseorang yang sedang dilanda cinta, terlebih lagi
saat lidah tak mampu mengekspresikan cinta. Pada level ini interaksi yang
terjadi lebih bersifat kesetiakawanan, belum terjadi interaksi cinta.
Tingkatan yang kedua adalah takjub. Pada tingkatan ini
seseorang selalu ingin berada di samping obyek cintanya dan ingin selalu
bercakap-cakap dengannya.
Kemudian tingkatan selanjutnya adalah rindu. Dalam level
ini, hati seseorang demikian menggebu-gebu terhadap kekasihnya, sehingga dia
tersiksa apabila tidak melihat kekasihnya. Semua orang akan ikut merasakan
kegelisahannya. Dan kegelisahan tersebut akan terobati tatkala ia melihat
kembali kekasihnya.
Lalu tingkatan terakhir adalah tingkatan kasmaran. Pikiran seseorang
pada level ini akan selalu dipenuhi oleh cinta. Di kalangan penyair, syair yang
dilantunkan oleh seseorang yang berada di level ini disebut usyq (Syair
mabuk cinta).
Seseorang yang sedang kasmaran ada 3 tingkatan: tingkatan
permulaan, pertengahan dan akhir.
Pada tingkatan permulaan setiap orang harus segera
menepisnya semaksimal mngkin apabila supaya untuk menuju tambatan hatinya
diperkirakan tidak mungkin secara realita atau tidak diperbolehkan secara syar’i.
Namun, apabila ia tidak mampu menahan kasmaran dan hatinya
ingin selalu dekat dengan kekasihnya, maka berarti ia telah masuk ke dalam
tingkatan pertengahan.
Sedangkan tingkatan akhir, dalam hal ini dia harus
merahasiakan perbuatannya, tidak perlu disebarluaskan kepada manusia. Jika ia
tetap menyebarluaskannya, maka berarti ia telah melakukan kezaliman yang terang-terangan.
No comments:
Post a Comment