Tuesday, December 8, 2015

Ajari aku cinta part I

By: Dr. Khalid Jamal
Apa itu cinta?
Cinta adalah ungkapan perasaan jiwa, ekspresi hati dan gejolak naluri yang menggelayuti hati seseorang terhadap kekasihnya. Ia terlahir dengan penuh semangat, kasih saying dan kegembiraan. Pada mulanya cinta hanya sekedar iseng lalu menjadi serius. Demikian lembutnya arti sebuah cinta seingga tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Cinta hakiki takkan dapat dimengerti kecuali dengan sebuah pengorbanan.
Dengan kata lain, cinta hanya dapat dipahami oleh seorang insane yang tenggelam di dalamnya. Ungkapan saja takkan mampu mewakili hakikat cinta, walaupun pelakunya adalah seorang sastrawan yang lihai.
Sebagian orang-orang saleh dan fuqaha’  masa lalu ada yang mengekspresikanseputar cinta melalui syair mereka.
Cukuplah fatwa Ibny Abbas ra. Mewakili tentang itu, ketika ia mengklaim seseorang yang dimabuk cinta beliau mengatakan: “orang ini adalah korban nafsu, tidak memiliki pikiran potensi dan kekuatan apapun.
Agar kita tahu apa itu cinta, ada tuliasan Ar-Rafi’i dalam karyanya Wahyu al-Qalam seputar cerita mahsyur dalam sejarah, antara Abdurrahman bin Abi Ammar yang dijuluki Al-Qiss (pendeta) dan Salamah, wanita penyanyi, hamba sahaya Suhail bin Abdurrahman. Ia begitu cantik, elok, dan menawan, pandai bersyair, akrab dengan buku-buku bacaan dan seorang sejarahwan pada masanya. Ar- Rafi’I mengisahkan dengan ungkapan yang pernah dikatakan Salamah sendiri:
“Amirul mukminin Yazid bin Abdul Malik telah membeliku seharga 20.000 dinar. Ketika saya ditunjukkan kepadanya, saya disuruh untuk bernyanyi. Ketika itu saya tergila-gila dengan cintanya Abdurrahman Al Qiss. Cinta yang menembus jantung saya, memaknai desahan nafas saya. Sungguh sekonyong-konyong hilanglah semua syair lagu yang telah saya hafal. Lembaran yang saya tulis pun terhapus. Saya lupa bahwa saya telah berada di hadapan khalifah. Yang ada di dalam bayangan saya hanyalah Abdurrahman, dan majelisnya ketika saat itu meminta saya untuk mendengarkan syairnya. Lalu saya katakana kepada khalifah: “Paduka akan patuh, hormat dan menjunjung tinggi engkau, wahai khalifah!” Saya segera kembali berkonsentrasi, saya ketuk perasaan khalifah dengan hati, sebelum saya ketuk hatinya dengan belaian tangan.
Syair:
Coba katakana pada hatimu yang paling dalam
“Apa kau sadar dengan apa yang sedang kau lihat?”
Bagaimana dapat kau abaikan Salamah hari ini?
Ia adalah bunga yang jika mendendangkan lagu
Maka hati para pendengar ikut melayang bersamanya

Tatkala Salamah menatap tajam dengan matanya (To be continued)

No comments:

Post a Comment

Afirmasi Diri untuk INFP

 Afirmasi Diri (bisa dibaca pagi atau sebelum tidur) Aku boleh menjadi lembut di dunia yang keras. Itu bukan kelemahan, tapi kekuatanku. Per...