Monday, December 7, 2015

translate artikel sebelumnya

Indonesia adalah negara terpadat keempat di dunia dengan jumlah penduduk lebih dari 240 juta orang. Meskipun begitu, indonesia dengan kepulauan yang luas, dengan penduduk yang tidak merata; sekitar 60 persen menghuni 7 persen dari total luas lahan negara. Akibatnya, permintaan Indonesia untuk listrik proporsional miring terhadap daerah tinggi populasi dan sekitar 80 persen dari konsumsi listrik di Indonesia terjadi melalui jaringan yang layanan Jawa dan pulau yang berdekatan Bali. Dengan demikian, perencana Indonesia adalah sangat terfokus pada peningkatan kapasitas di jantung penduduk negara itu, Sebagian besar melalui batu bara skala besar dan pembangkit listrik berbahan bakar gas.
Menurut Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, kapasitas pembangkit terpasang mencapai 31.443 MW selama 2010. Namun, tarif listrik tetap rendah, dan hanya mencapai 67 persen selama 2010, menurut Biro Statistik. Selain itu, output aktual dari pembangkit listrik yang ada jauh di bawah kapasitas pembangkit karena kondisi penuaan banyak fasilitas. Ssebagian kecil dari total kapasitas terpasang terletak di luar grid Jawa / Bali, di mana tarif listrik sering tertinggal jauh di bawah rata-rata nasional. Di provinsi Indonesia Timur dari tarif listrik Papua Barat hanya mencapai sedikit 40 persen.

Dalam hal transmisi, kepulauan kasar Indonesia menyajikan tantangan unik untuk menyalakan sejumlah besar negara dari pulau berpenghuni. Dengan demikian, Indonesia saat ini mengoperasikan dua belas grid terpisah untuk transmisi listrik. Namun, medan yang menantang ini juga menciptakan peluang melalui kekayaan sumber daya energi terbarukan, dan serangkaian proyek-proyek energi terbarukan terhubung ke jaringan distribusi listrik lokal menjadi solusi sederhana untuk masalah yang sangat kompleks. Sebagai hasil dari ini, Pemerintah Indonesia telah mengajukan target bauran energi yang panggilan untuk 17 persen pembangkit listrik dari sumber daya terbarukan pada tahun 2025, sebagian besar di daerah pedesaan di mana membangun batu bara skala besar atau pembangkit listrik berbahan bakar gas alam akan menjadi ekonomis tidak layak. Saat ini energi terbarukan membuat kurang dari 5 persen dari pembangkit listrik di Indonesia

No comments:

Post a Comment

Afirmasi Diri untuk INFP

 Afirmasi Diri (bisa dibaca pagi atau sebelum tidur) Aku boleh menjadi lembut di dunia yang keras. Itu bukan kelemahan, tapi kekuatanku. Per...