By: Rahmawaty Raz (Ummi Etty)
"Dalam keheningan, aku kerap menggugat diriku. Bagaimana mungkin seorang perempuan kampung yang hidup jauh dari keramaian kota, hanya mengecap pendidikan dasar, memiliki kearifan dan hikmah. Ia tidak belajar kepada para motivator, tidak juga mendengar ceramah-ceramah mereka, namun wisdom itu melekat di dalam dirinya. Sedangkan aku dan mungkin kebanyakan manusia saat ini, sulit untuk menjadi arif dan penuh hikmah. Betapa banyak manusia, tanpa rasa malu memamerkan kemarahan untuk menunjukkan kekuasaannya. Mengumbar emosi hanya untuk menunjukkan kehebatannya. Menurutku yang kita butuhkan saat ini adalah kearifan , hikmah atau wisdom. Dan sesungguhnya itu ada pada ibu-ibu Indonesia. Bercerminlah kita kepada mereka. Kasih ibu sepanjang jalan bukan sebatas ungkapan yang menunjukkan kasih yang tak terbatas. Kasih Ibu sepanjang jalan mengajarkan hikmah yang tidak pernah kering dari rahim mereka. Tugas kita untuk menggalinya dan menjadikannya sebagai mutiara berharga dalam hidup.
Banyak wahyu yang diturunkan Allah melalui Al Qur'an tentang sosok seseorang wanita lebih-lebih dalam kapasitasnya sebagai seorang Ibu. Beragam sunah rasul nabi Muhammad SAW menuturkan bagaimana kita menghormati ibu yang telah melahirkan kita. Berjuta orang bijak dengan kata-kata mutiaranya menuturkan betapa hebatnya seorang wanita sebagai seorang ibu di dunia ini.
"Dan kami perintahkan kepada manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyusuinya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kedua orang tuamu. Hanya kepadaKu lah kembalimu" (QS Luqman-14)
Dalam satu hadis, rasul juga bersabda, "Barang siapa yang berbuat baik kepada kedua ibu bapaknya maka berbahagialah, semoga Allah memperpanjang umurnya. Tidak dapat seorang anak membalas budi baik orang tuanya kecuali ia dapat memerdekakan dan membahagiakan orang tuanya itu, (HR. Bukhari)
Adapun hadis yang sangat populer adalah, surga itu berada dibawah telapak kaki ibu (HR. Imam Ahmad)
Adapun hadis yang sangat populer adalah, surga itu berada dibawah telapak kaki ibu (HR. Imam Ahmad)
Kata yang paling indah bagi umat manusia adalah 'ibu' dan panggilan yang paling indah adalah 'ibuku'. Ini adalah kata yang penuh harapan dan cinta yang keluar dari kedalaman hati yang paling dalam. (Khalil Gibran)
Bunda adalah bagaikan sebuah lagu yang tak pernah berakhir dihatiku, lagu itu memberikan ketenangan, kebahagiaan, dan seluruh dirinya. Terkadang aku lupa akan syair lagunya, namun aku takkan pernah lupa dengan melodinya, (Graycie Harmon)
Ibuku laksana mentari yang menerangi cahaya hidup dan kehidupanku, bagaikan bintang yang memancarkan sinar perjalanan detak jantungku dan seolah rembulan berkilau dalam pergolakan gemuruh jiwaku. (Etty Raz)
Ibuku laksana mentari yang menerangi cahaya hidup dan kehidupanku, bagaikan bintang yang memancarkan sinar perjalanan detak jantungku dan seolah rembulan berkilau dalam pergolakan gemuruh jiwaku. (Etty Raz)
No comments:
Post a Comment