Wednesday, January 8, 2014

Kutipan Buku alam Takambang Jadi Guru (Special)

Tahu Nan di Empat

By: Rahmawati Raz

Salah satu pelajaran penting tentang adat yang aku pelajari adalah "tahu nan di ampek". Kendatipun kalimatnya tidak dalam bentuk perintah, namun sudah dimaklumi, setiap orang minang wajib tahu yang empat. Empat bukanlah sebatas bilangan setelah tiga. Namun empat adalah “sesuatu” nilai yang tidak bisa dipilih satu diantaranya. Empat adalah sebuah kumulatif.
Akupun tak tahu mengapa harus empat. Mengapa tidak lima atau yang lainnya. Yang jelas angka empat bukanlah angka keramat. Kebetulan saja “sesuatu” yang penting itu ada empat. Orang Minang memang biasa menggunakan angka untuk menunjuk sesuatu. Sebut saja, nagari Limo Kaum, Luhak nan Tigo, Lareh nan Duo, amanat ninik yang bertiga, raja tigo selo, langgam nan tujuh, undang-undang nan duo puluah dan sebagainya. Namun tampaknya, angka empat (ampek) banyak disebut. Contohnya, Nagari nan Ampek, hukum nan Ampek, Cupak nan Ampek, dan Kato nan Ampek.
Berikut tentang paparan untuk kato nan ampek. Ajararan tentang model komunikasi orang Minang. ajaran ini sangat penting karena dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Empat hal ini biasa diterapkan dalam berkomunikasi lebih-lebih dalam perundingan. Siapa yang mampu menempatkan empat hal ini, maka dia akan disebut sebagai orang yang berbudi dan tahu nan di ampek. keempat hal tersebut adalah, kato mandaki(kata mendaki), kato malereng(kata melereng), Kato Mandata (Kata mendatar) dan Kato Manurun (Kata menurun).
Lewat ajaran ini, orang minang diajarkan untuk mampu menempatkan kata untuk dikomunikasikan kepada orang lain. Memahami dan menyadari lawan bicara menjadi sebuah keharusan. Jika tidak mampu menempatkan kata dan sikap, maka yang terjadi adalah kerugian bahkan kemudaratan yang akan menimpa dirinya sendiri. Bukankah dalam pepatah ada disebut, mulutmu harimaumu.

No comments:

Post a Comment

Afirmasi Diri untuk INFP

 Afirmasi Diri (bisa dibaca pagi atau sebelum tidur) Aku boleh menjadi lembut di dunia yang keras. Itu bukan kelemahan, tapi kekuatanku. Per...