Friday, January 17, 2014

Kutipan Buku Alam terkembang jadi Guru X

By: Etty Raz

Sayang Kampung Ditinggalkan



Anak minang merantau sesungguhnya belajar dari alam. Belajar tanpa didampingi seorang guru atau pembimbing. Ia melangkah, belajar, mencoba, gagal, berhasil, silih berganti, demikianlah seterusnya. Semua peristiwa yang didapatnya dari perjalanan hidup di rantau harus diberi makna. Pengalaman itulah yang membentuknya menjadi pribadi tangguh.
karatau madang di hulu, babuah babungo balun. Merantau bujang dahulu di rumah baguno balun”. Pepatah Minang ini menjadi basis tumbuhnya budaya merantau di kalangan orang Minang. Kata “Baguno” atau berguna memiliki arti yang sangat dalam. Hidup bukan sekadar hidup. Hidup seharusnya membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, agama dan bangsa. Sosok yang tidak saja kuat dari sisi fisik, tetapi juga kuat dari sisi keilmuan, moralitas, integritas dan juga kearifan.
Kampung bagi orang Minang dipahami sebagai tempat asal atau tanah kelahiran. Keluarga dalam maknanya yang luas. Karena itulah, orang Minang memiliki ikatan batin yang sangat kuat dengan kampung halamannya. siapa yang tidak mencintai kampung dan keluarganya, maka ia akan tercabut dari budayanya.Meskipun harus dicatat, mencintai kampung tidak mesti dengan mendiaminya. Bukan pula ditunggui. Dari lahir sampai meninggal dunia.
“Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang. Merantaulah kau akan dapat pengganti dari kerabat dan kawan. Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah berjuang. Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan. Jika mengalir air menjadi jernih, jika tidak akan keruh menggenang. Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa. Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran. Jika matahari diorbitnya tidak bergerak dan terus diam tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang. Biji emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang. Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa di dalam hutan.” demikian indah petuah Imam Syafi’i, ulama yang agung memberikan petuah kepada perantauan.
Di dalam Al Quran dikatakan:
Dan orang-orang beriaman dan berhijrah dan berjihad di jalan Allah dan orang-orang di tempat kediamannya memberi pertolongan kepada orang-orang muhajirin, mereka itulah orang-orang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki dan nikmat yang mulia.”   

No comments:

Post a Comment

Afirmasi Diri untuk INFP

 Afirmasi Diri (bisa dibaca pagi atau sebelum tidur) Aku boleh menjadi lembut di dunia yang keras. Itu bukan kelemahan, tapi kekuatanku. Per...