Tuesday, January 14, 2014

Sambungan Kaluak Paku

By: Ummy Etty

"Dan pahamkan lagi sifat pakis yang termasuk bangsa suku rumput, sejak dulu di negeri ini pakis atau paku bisa dijadikan sayur. Populer untuk membuat gulai ketupat, lontong padang. Ada lagi ilmu paku yang ditiru yaitu perjuangan menantang hidup, yakin, gigih, percaya diri, namun jujur itulah yang patut dicontoh. Bisa hidup di tanah subur, di tanah tandus, di sela batu, bahkan juga di atas dahan kayu. Bisa menjadi pengembara hinggapnya tidak mengganggu, makannya mencari sendiri, pantang menyerah atau mengeluh walau dihalang, dirintangi angin pun tak dapat merusak pertumbuhannya. Andaikan pakis dirambah, meskipun dihimpit pohon kayu, sampai tinggal tunggulnya, besok tunasnya muncul dan rimbun pula. Selagi rumput tak binasa pakis berpantang mati, sedangkan seluruh tumbuh-tumbuhan tersebut diatas itu nak, tidak berakal, tidak berasa, dan tidak pula bernafas, namun seluruhnya gigih mencari hidup."
Aku hanya terpana, sesekali mengangguk tanda mengerti tapi lebih baanyak pikiranku melayang ke halaman rumah, nanti akan kubawa bibitnya dan kutanam untuk menambah koleksi bunga-bunga di tamanku. Ternyata setelah aku besar, betapa luas dan besarnya makna yang terkandung yang dipetuahkan nenek yang sederhana itu. *** 

No comments:

Post a Comment

Afirmasi Diri untuk INFP

 Afirmasi Diri (bisa dibaca pagi atau sebelum tidur) Aku boleh menjadi lembut di dunia yang keras. Itu bukan kelemahan, tapi kekuatanku. Per...